Selasa, 02 Juli 2013

Kritik Esai Cerpen Paket Mayat karya M.Shoim Anwar



TKI YANG TRAGIS
Sebuah kisah yang sangat memilukan yang dialami warga negara kita yang mengadu nasibnya di negeri seberang. Suparjan adalah salah satu dari sekian banyak tenaga kerja Indonesia yang mengalami nasib sangat mengenaskan di Malaysia. Memang Suparjan mengambil cara yang tidak resmi atau ilegal pada saat pemberangkatannya ke Malaysia, mungkin dia memilih cara tersebut dikarenakan biaya yang sangat beser yang dibutuhkan untuk menjadi tenaga kerja disana. Melihat begitu sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak dinegeri sendiri Suparjan memutuskan untuk nekat pergi merantau di negeri seberang meskipun lewat jalur yang tidak resmi. Di dalam cerpen yang berjudul Paket Mayat ini diceritakan bagaimana kehidupan para warga negara kita yang meranatu disana, mereka seringkali mendapatkan perlakuan yang sangat tidak adil baik itu perlakuan dari majikan maupun perlakuan dari sesama orang dari dalam negeri yang menjadi atasannya. Kejadian yang dialami Suparjan inilah salah satunya. Di dalam cerpen ini diungkapkan bagaimana kehidupan Suparjan yang sama sekali tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya. Contohnya dalam kalimat “Selama lima bulan disini dia belum pernah mendapat bayaran. Proyek hanya memberikan makan. “ dari kalimat ini kita bisa melihat bagaimana selam lima bulan Suparjan tidak menerima apa yang seharusnya menjadi hak nya. Bukan hanya itu, Suparjan juga mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari orang warga negara indonesia sendiri. Contohnya dalam kalimat “Pengawas kerja yang mempekerjakannya menghilang saat gajian, Tauke sang pemilik proyek selalu mengatakan bahwa dia sudah membayar uang para pekerja lewat bagian administrasi alias kerani”. Dalam kalimat ini pengawas kerja yang dimaksud adalah orang yang juga berasal dari warga Indonesia sendiri, mereka juga tega memanfaatkan Suparjan, gaji yang seharusnya menjadi hak Suparjan mereka ambil dan dimanfaatkan sendiri untuk keprluan mereka sendiri.
Saat ini semakin banyak saja warga negara kita yang ingin menjadi tenaga kerja disana meskipun kejadian seperti yang dialami seperti Suparjan akan terus terjadi kepada mereka. Tetapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak,karena di dalam negeri sendiri mereka tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak. Begitu luasnya negara kita tetapi tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga kita sendiri. Kenapa hal ini bisa terjadi, di dalam cerpen paket mayat ini juga disinggung tetntang hal tersebut, contihnya dalam kalimat “Penduduknya terlunta-lunta. Sementara para pejabatnya sibuk memperebutkan kursi kekuasaan. Negeri yang sebenarnya meneyediakan menyediakan kekayaan yang berlimpah tapi habis digerogoti oleh para penguasa yang serakah”.
Menurut saya mengapa semakin banyak warga negara kita yang menjadi tenaga kerja di Malaysia, meskipun resiko yang di hadapi sangat besar seperti yang dialami Suparjan. Hal ini dikarenakan ulah dari para penguasa yang tidak memikirkan lapangan pekerjaan bagi warganya, mereka hanya memikirkan kehidupannya sendiri. Sehingga mau tidak mau warga negara kita mencari uang di negara lain karena di dalam negara sendiri mereka tidak bisa mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang layak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar