Selasa, 02 Juli 2013

Kritik Esai Cerpen Kembali Makan Gaplek karya M.Shoim Anwar



GAPLEK
Sebuah keadaan desa yang sangat jauh dari kata sejahtera, tanah yang kering pepohonan yang gundul serta panas matahari yang menyengat menjadi gambaran yang tercermin dari desa ini. Hal ini dapat kita lihat pada kalimat”sinar matahari menggerumus pepohonan hingga rontok dan babak belur. Tanah pucat kekuningan, seluruh gigirnya merekah seperti hendak meledak menyemburkan protes luka”. Kalimat di atas menggambarkan keadaan desa yang sesungguhnya. Dulu kehidupan yang layak yang semula makan gaplek  menjadi makan nasi semua itu sekarang hilang. Kehidupan warga menjadi sulit mencari pekerjaan susah dan akhirnya mereka makan gaplek lagi. Hal ini dikarenakan sikap orang-orang tertentu yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada kepentingan desa, dalam cerpen kembali makan gaplek dikatakan”bilang sama lurah kalau tidak boleh. KUD mestinya harus menciptakan kesejahteraan warga, tidak malah menjadi makelar yang tidak berpihak pada rakyat. KUD kau jadikan perpanjangan tangan para cukon. Betapa rendah KUD!”.
Turno adalah salah satu warga yang merasa tidak terima atas perlakuan pemerintah terhadap warga desanya, Turno merasa mereka menjadi korban dari kebijakan yang dilkukan pemerintah sebagai bentuk perlawanan Turno tidak ikut transmigrasi ke tempat lain, apapun yang terjadi dia ingin tinggal didesanya sendiri, sekalipun dia mendapat teguran dari kepala desa. Turno percaya bahwa masih ada Tuhan yang selalu bersamanya. Hal ini terdapat dalam kutipan “aku hanyalah orang kecil tak banyak yang aku perbuat aku pasrah. Namun aku harus tetap yakin bahwa Tuhanlah menciptakan perut dan pasti dia akan mengisinya asal manusia mau berusaha”.
Menurut pendapat saya apa yang dilakukan oleh Tarno memang masuk akal Tarno merasa dirinya beserta warga yang lain dirugikan oleh kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Memang kebijakan yang dilakukan pemerintah semua itu untuk keadaan yang lebih baik namun mereka juga harus memikirkan dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa lebih dirugikan maupun diuntungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar