Selasa, 02 Juli 2013

Kritik Esai Cerpen Air Mata Anakku karya M.Shoim Anwar



Huki Huki Bento
(Huki si Gila Jabatan)

Sebuah keluarga yang hidup sangat sejahtera, Huki, adalah seorang kepala keluarga yang bisa bisa mencukupi istri dan  ketiga anaknya. Berawal dari pengalaman semasa dia SMA sampai sekarang dia menjadi orang yang sangat kaya. Namun kekayan itu tidak bisa selamanya dia miliki, semua yang di dapatkan dengan instan, akan cepat pula semua itu hilang. Ada sebab pasti akan ada pula akibat. Mungkin kalimat inilah yang paling tepat untuk menggambarkan keseluruh isi dari cerpen yang berjudul Air Mata Anakku.
            Berawal dari semasa Huki masih SMA, dia termasuk siswa yang kurang pandai di sekolahannya. Hal ini terdapat dalam kalimat “siswa yang merasa tidak bisa atau bodoh, ini termasuk aku tentunya, harus aktif menanyakan jawaban kepada yang pintar.” Dari kalimat tersebut kita jelas mengatahui bahwa semua kejadian di dalam cerpen air mata anakku tersebut berasal dari sini. Hanya demi menjaga nama baik sekolah, pihak sekolah menberikan cara yang begitu memprihatinkan kepada siswa-siswanya. Dengan menyuruh mereka menyontek kepada temannya yang lebih pintar, itu sama saja dengan menjerumuskan mereka para siswa.
            Akibatnya, pada saat Huki sudah waktunya untuk bekerja, dia selalu menggunakan cara yang serupa dari cara yang dia dapatkan dari kepala sekolahnya sewaktu SMA. Jalan pintas yang menjadi senjata HUKI. Hal ini terdapat dalam kalimat “Aku tak ingin kuiah, tapi ingin cepat bekerja agar dapat bayaran. Dengan bekal ijazah sekolah menengah atas itulah aku daftar tes pegawai negeri. Orang tua sudah mencari lobi agar aku dapat diterima.” Dari kalimat tersebut dapat kita lihat bagaimana akibat dari pengalaman Huki sewaktu SMA. Hal ini terus akan berlanjut sampai ke jenjang/jabatan yang lebih tinggi. Dan akhirnya Huki menjadi orang yang gila jabatan, sampai dia tidak bisa menerima apabila semua jabatan itu akan hilang.
            Menurut saya, semua yang terjadi pasti ada sebabnya. Jadi mulai dari dini segala sesuatu yang ditanamkan atau diberikan kepada siswa atau anak-anak harus benar-benar sesuatu yang positif dan bermanfaat. Jika tidak, hal seperti Huki ini lah  yang akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar