Selasa, 02 Juli 2013

Kritik Esai Cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah yang penting rasanya karya M.Shoim Anwar



Perbedaan Etnis Yang Membuat Tragis
      Siapa yang tidak bingung setelah mendengar kalimat. “Jawa,Cina, Madura nggak masalah. Yang penting rasanya.....”. Semua pasti akan bertanya-tanya tentang arti kalimat tersebut. Kalimat ini benar-benar mempunyai makna yang sangat luar biasa. Setelah membaca cerpen Kiai Jogoloyo saya baru paham dan mengerti arti kalimat ini. Melihat masa lalu Ko Han dan keluarganya mereka  adalah seorang yang sangat gigih dalam menjalani kehidupannya. Ko Han dan keluarganya adalah korban huru hara yang dibuat oleh orang-orang yang iri kepada keberhasilan keluarganya. Ko Han dan keluarganya adalah orang-orang yang suka bekerja keras hingga mereka mencapai keberhasilan. Karena keberhasilannya tersebut banyak orang yang tidak suka dengan keluarga Ko Han. Ditambah lagi keluarga Ko Han adalah keturunan dari etnis tertentu. Hal tersebut yang dijadikan alasan oleh orang-orang yang tidak bertanggung untuk menghancurkan keluarga Ko Han. Dari semua kejadian yang dialami Ko Han dan keluarganya, dia merasa kalau dia mendapat tekanan dari etnis-etnis tertentu yang berbeda dengan dirinya.
         Menurut saya melalui kalimat Jawa, Cina, Madura nggak masalah  Yang penting rasanya tersebut, si Ko Han ingin menyampaikan bahwa perbedaan etnis jangan dijadikan suatu masalah atau alasan oleh orang-orang tertentu yang iri dengan keberhasilan keluarga Ko Han.     
          Dan dari cerita ini kita bisa mengerti bahwa seorang yang gigih pasti akan dekat dengan keberhasilan, sedangkan seorang pemalas akan menjadi pencemburu, sehingga akan mencari kesempatan untuk menjarah kepada orang yang berhasil.  Kita hidup bermasyarakat adalah untuk saling mendukung bukan untuk saling menjatuhkan, apalagi perbedaan etnis yang dijadikan alasan. Seharusnya perbedaan itulah yang bisa membuat kita bersatu bukan justru untuk saling menjatuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar