Selasa, 02 Juli 2013

Kritik Esai Cerpen Kiai Jogoloyo karya M.Shoim Anwar



Ulama Yang Dimanfaatkan dalam Partai Politik
Ulama adalah sebutan untuk seseorang yang di hormati atau dianggap sebagai guru atau sesepuh dalam sebuah agama, apapun agama tersebut pasti didalamnya ada seorang Ulama. Seseorang ingin menjadi ulama biasanya dikarenakan seseorang tersebut ingin menjadi pemimpin, baik itu dalam sebuah agama atau yang lainnya. Seorang Ulama juga mempunyai misi atau tujuan. Dalam cerpen Kiai Jogoloyo disebutkan pada saat kedatangan Kiai Jogoloyo semua lingkungan dibersihkan, pagar-pagar semua dicat bersih ini semua karena persiapan warga untuk menyambut kedatangan Kiai jogoloyo. Hal ini dikarenakan karena beliau adalah seorang Ulama. Melihat dari peristiwa tersebut kita bisa mengetahui bagaimana seorang Ulama sangat begitu dihargai oleh masyarakat. Apapun yang menjadi pilihannya semua masyarakat pasti setuju dan mengikuti. Begitu juga saat Ulama tersebut terjun atau turun ke dunia politik pasti semua masyarakat akan mendukung, dan karena begitu yakin dan percayanya kepada sang ulama, saat ulama mengajak masyarakat untuk memilih partai yang beliau naungi maka masyarakatpun juga akan ikut memilih partai tersebut.
Hal inilah yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh para tokoh-tokoh politik untuk mensukseskan partainya, salah satunya adalah dengan cara melibatkan Ulama dalam partainya,seperti yang ada dalam cerpen kiai Jogoloyo tersebut
Jadi menurut saya kurang begitu setuju kalau seorang Ulama turun ke dunia politik,karena seorang ulama dan seorang politik mempunyai tugas sendiri-sendiri. Mereka seharusnya saling mendukung bukan saling memanfaatkan. Dalam cerpen kiai Jogoloyo tersebut kita dapat melihat bahwa Ulama tersebut dimanfaatkan untuk masuk ke dunia politik karena Beliau mempunyai masa yang sangat besar. Kita semua tahu kalau sebuah partai sangat membutuhkan masa yang sangat besar.

Kritik Esai Cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah yang penting rasanya.



Perbedaan Etnis Yang Membuat Tragis
      Siapa yang tidak bingung setelah mendengar kalimat. “Jawa,Cina, Madura nggak masalah. Yang penting rasanya.....”. Semua pasti akan bertanya-tanya tentang arti kalimat tersebut. Kalimat ini benar-benar mempunyai makna yang sangat luar biasa. Setelah membaca cerpen Kiai Jogoloyo saya baru paham dan mengerti arti kalimat ini. Melihat masa lalu Ko Han dan keluarganya mereka  adalah seorang yang sangat gigih dalam menjalani kehidupannya. Ko Han dan keluarganya adalah korban huru hara yang dibuat oleh orang-orang yang iri kepada keberhasilan keluarganya. Ko Han dan keluarganya adalah orang-orang yang suka bekerja keras hingga mereka mencapai keberhasilan. Karena keberhasilannya tersebut banyak orang yang tidak suka dengan keluarga Ko Han. Ditambah lagi keluarga Ko Han adalah keturunan dari etnis tertentu. Hal tersebut yang dijadikan alasan oleh orang-orang yang tidak bertanggung untuk menghancurkan keluarga Ko Han. Dari semua kejadian yang dialami Ko Han dan keluarganya, dia merasa kalau dia mendapat tekanan dari etnis-etnis tertentu yang berbeda dengan dirinya.
         Menurut saya melalui kalimat Jawa, Cina, Madura nggak masalah  Yang penting rasanya tersebut, si Ko Han ingin menyampaikan bahwa perbedaan etnis jangan dijadikan suatu masalah atau alasan oleh orang-orang tertentu yang iri dengan keberhasilan keluarga Ko Han.     
          Dan dari cerita ini kita bisa mengerti bahwa seorang yang gigih pasti akan dekat dengan keberhasilan, sedangkan seorang pemalas akan menjadi pencemburu, sehingga akan mencari kesempatan untuk menjarah kepada orang yang berhasil.  Kita hidup bermasyarakat adalah untuk saling mendukung bukan untuk saling menjatuhkan, apalagi perbedaan etnis yang dijadikan alasan. Seharusnya perbedaan itulah yang bisa membuat kita bersatu bukan justru untuk saling menjatuhkan.

Kritik Esai Cerpen Jawa, Cina, Madura nggak masalah yang penting rasanya karya M.Shoim Anwar



Perbedaan Etnis Yang Membuat Tragis
      Siapa yang tidak bingung setelah mendengar kalimat. “Jawa,Cina, Madura nggak masalah. Yang penting rasanya.....”. Semua pasti akan bertanya-tanya tentang arti kalimat tersebut. Kalimat ini benar-benar mempunyai makna yang sangat luar biasa. Setelah membaca cerpen Kiai Jogoloyo saya baru paham dan mengerti arti kalimat ini. Melihat masa lalu Ko Han dan keluarganya mereka  adalah seorang yang sangat gigih dalam menjalani kehidupannya. Ko Han dan keluarganya adalah korban huru hara yang dibuat oleh orang-orang yang iri kepada keberhasilan keluarganya. Ko Han dan keluarganya adalah orang-orang yang suka bekerja keras hingga mereka mencapai keberhasilan. Karena keberhasilannya tersebut banyak orang yang tidak suka dengan keluarga Ko Han. Ditambah lagi keluarga Ko Han adalah keturunan dari etnis tertentu. Hal tersebut yang dijadikan alasan oleh orang-orang yang tidak bertanggung untuk menghancurkan keluarga Ko Han. Dari semua kejadian yang dialami Ko Han dan keluarganya, dia merasa kalau dia mendapat tekanan dari etnis-etnis tertentu yang berbeda dengan dirinya.
         Menurut saya melalui kalimat Jawa, Cina, Madura nggak masalah  Yang penting rasanya tersebut, si Ko Han ingin menyampaikan bahwa perbedaan etnis jangan dijadikan suatu masalah atau alasan oleh orang-orang tertentu yang iri dengan keberhasilan keluarga Ko Han.     
          Dan dari cerita ini kita bisa mengerti bahwa seorang yang gigih pasti akan dekat dengan keberhasilan, sedangkan seorang pemalas akan menjadi pencemburu, sehingga akan mencari kesempatan untuk menjarah kepada orang yang berhasil.  Kita hidup bermasyarakat adalah untuk saling mendukung bukan untuk saling menjatuhkan, apalagi perbedaan etnis yang dijadikan alasan. Seharusnya perbedaan itulah yang bisa membuat kita bersatu bukan justru untuk saling menjatuhkan.

Kritik Esai Cerpen Paket Mayat karya M.Shoim Anwar



TKI YANG TRAGIS
Sebuah kisah yang sangat memilukan yang dialami warga negara kita yang mengadu nasibnya di negeri seberang. Suparjan adalah salah satu dari sekian banyak tenaga kerja Indonesia yang mengalami nasib sangat mengenaskan di Malaysia. Memang Suparjan mengambil cara yang tidak resmi atau ilegal pada saat pemberangkatannya ke Malaysia, mungkin dia memilih cara tersebut dikarenakan biaya yang sangat beser yang dibutuhkan untuk menjadi tenaga kerja disana. Melihat begitu sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak dinegeri sendiri Suparjan memutuskan untuk nekat pergi merantau di negeri seberang meskipun lewat jalur yang tidak resmi. Di dalam cerpen yang berjudul Paket Mayat ini diceritakan bagaimana kehidupan para warga negara kita yang meranatu disana, mereka seringkali mendapatkan perlakuan yang sangat tidak adil baik itu perlakuan dari majikan maupun perlakuan dari sesama orang dari dalam negeri yang menjadi atasannya. Kejadian yang dialami Suparjan inilah salah satunya. Di dalam cerpen ini diungkapkan bagaimana kehidupan Suparjan yang sama sekali tidak mendapatkan perlakuan yang semestinya. Contohnya dalam kalimat “Selama lima bulan disini dia belum pernah mendapat bayaran. Proyek hanya memberikan makan. “ dari kalimat ini kita bisa melihat bagaimana selam lima bulan Suparjan tidak menerima apa yang seharusnya menjadi hak nya. Bukan hanya itu, Suparjan juga mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari orang warga negara indonesia sendiri. Contohnya dalam kalimat “Pengawas kerja yang mempekerjakannya menghilang saat gajian, Tauke sang pemilik proyek selalu mengatakan bahwa dia sudah membayar uang para pekerja lewat bagian administrasi alias kerani”. Dalam kalimat ini pengawas kerja yang dimaksud adalah orang yang juga berasal dari warga Indonesia sendiri, mereka juga tega memanfaatkan Suparjan, gaji yang seharusnya menjadi hak Suparjan mereka ambil dan dimanfaatkan sendiri untuk keprluan mereka sendiri.
Saat ini semakin banyak saja warga negara kita yang ingin menjadi tenaga kerja disana meskipun kejadian seperti yang dialami seperti Suparjan akan terus terjadi kepada mereka. Tetapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak,karena di dalam negeri sendiri mereka tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak. Begitu luasnya negara kita tetapi tidak bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga kita sendiri. Kenapa hal ini bisa terjadi, di dalam cerpen paket mayat ini juga disinggung tetntang hal tersebut, contihnya dalam kalimat “Penduduknya terlunta-lunta. Sementara para pejabatnya sibuk memperebutkan kursi kekuasaan. Negeri yang sebenarnya meneyediakan menyediakan kekayaan yang berlimpah tapi habis digerogoti oleh para penguasa yang serakah”.
Menurut saya mengapa semakin banyak warga negara kita yang menjadi tenaga kerja di Malaysia, meskipun resiko yang di hadapi sangat besar seperti yang dialami Suparjan. Hal ini dikarenakan ulah dari para penguasa yang tidak memikirkan lapangan pekerjaan bagi warganya, mereka hanya memikirkan kehidupannya sendiri. Sehingga mau tidak mau warga negara kita mencari uang di negara lain karena di dalam negara sendiri mereka tidak bisa mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang layak.

Kritik Esai Cerpen Kembali Makan Gaplek karya M.Shoim Anwar



GAPLEK
Sebuah keadaan desa yang sangat jauh dari kata sejahtera, tanah yang kering pepohonan yang gundul serta panas matahari yang menyengat menjadi gambaran yang tercermin dari desa ini. Hal ini dapat kita lihat pada kalimat”sinar matahari menggerumus pepohonan hingga rontok dan babak belur. Tanah pucat kekuningan, seluruh gigirnya merekah seperti hendak meledak menyemburkan protes luka”. Kalimat di atas menggambarkan keadaan desa yang sesungguhnya. Dulu kehidupan yang layak yang semula makan gaplek  menjadi makan nasi semua itu sekarang hilang. Kehidupan warga menjadi sulit mencari pekerjaan susah dan akhirnya mereka makan gaplek lagi. Hal ini dikarenakan sikap orang-orang tertentu yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya daripada kepentingan desa, dalam cerpen kembali makan gaplek dikatakan”bilang sama lurah kalau tidak boleh. KUD mestinya harus menciptakan kesejahteraan warga, tidak malah menjadi makelar yang tidak berpihak pada rakyat. KUD kau jadikan perpanjangan tangan para cukon. Betapa rendah KUD!”.
Turno adalah salah satu warga yang merasa tidak terima atas perlakuan pemerintah terhadap warga desanya, Turno merasa mereka menjadi korban dari kebijakan yang dilkukan pemerintah sebagai bentuk perlawanan Turno tidak ikut transmigrasi ke tempat lain, apapun yang terjadi dia ingin tinggal didesanya sendiri, sekalipun dia mendapat teguran dari kepala desa. Turno percaya bahwa masih ada Tuhan yang selalu bersamanya. Hal ini terdapat dalam kutipan “aku hanyalah orang kecil tak banyak yang aku perbuat aku pasrah. Namun aku harus tetap yakin bahwa Tuhanlah menciptakan perut dan pasti dia akan mengisinya asal manusia mau berusaha”.
Menurut pendapat saya apa yang dilakukan oleh Tarno memang masuk akal Tarno merasa dirinya beserta warga yang lain dirugikan oleh kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Memang kebijakan yang dilakukan pemerintah semua itu untuk keadaan yang lebih baik namun mereka juga harus memikirkan dampak yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. Sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa lebih dirugikan maupun diuntungkan.